Selasa, 16 Maret 2010

Muhammad Abduh

RIWAYAT HIDUP MUHAMMAD ABDUH (1849-1905)

Muhammad Abduh seorang pemikir muslim dari Mesir, dan salah satu penggagas gerakan modernisme Islam. Ia lahir di desa Mahallat Nashr di Kabupaten al-Buhairah, Mesir tahun 1849 . Ayahnya Hasan Khairullah berasal dari Turki. Ibunya bernama Junainah berasal dari bangsa Arab yang silsilahnya sampai ke suku bangsa yang sama dengan Umar bin Khattab.Muhammad Abduh hidup dalam lingkungan keluarga petani di pedesaan. Namun demikian, ayahnya dikenal sebagai orang terhormat yang suka memberi pertolongan. Semua saudaranya membantu ayahnya mengelola usaha pertanian, kecuali Muhammad Abduh yang oleh ayahnya ditugaskan untuk menuntut ilmu pengetahuan. Pilihan ini bisa jadi hanya suatu kebetulan atau mungkin juga karena ia sangat dicintai oleh ayah dan ibunya.Sejak kecil ia telah belajar membaca, menulis dan menghafal al-Qur'an . Berikut urut-urutan riwayat Muhammad Abduh:

1862 : Belajar bahasa arab, nahwu, saraf, fiqih dll di masjid syeh Ahmad di Tanta. Disini ia merasa tak mengerti dan tidak mendapat apa-apa karena ia merasa metode pengajaran (menghafal diluar kepala tanpa mengkaji istilah-istilah -istilah yang sulit) yang diajarkan oleh syeh tidak cocok dengan dirinya.
1865 : Ia menikah diusia 16 tahun, Kemudian ia bertemu dengan paman ayahnya yaitu Syeh Darwisy Kadr. Syeh darwisy mengajarinya beberapa ilmu dengan penjelasan secara luas, sehingga Muhammad Abduh semakin tertarik untuk beljar.
1866 : Melanjutkan study ke al-Azhar dan bertemu dengan Jamaluddin Al-Afgani. Sedikit banyak pemikirannya dipengaruhi oleh Jamaluddin Al-Afgani.
1871 : Menjadi murid setia al-Afgani, Ia belajar falsafah, dan menulis karangan untuk harian al-Ahram.
1877 : Ia mendapat gelar alim. mengajar di al-Azhar, Dar al-Ulum (mengajarkan aklak).
1879 : Ia dituduh ikut campur Afgani menentang tawfiq, menentang penjajahan Eropa di negara-negara Asia dan Afrika.
kemudian dibuang keluar kota Kairo.
1880 : Kembali ke Kairo, kemudian ia menjadi redaktur surat kabar resmi Al-Waqo'i Misriyyah menyiarkan berita resmi dan artikel-artikel tentang kepentingan Nasional.
1882 : Mesir jatuh dibawah kekuasaan Inggris menggulingkan Urabi Pasya yang menduduki mesir. ( disebut peristiwa Revolusi Urabi Pasya ). Pada waktu itu Muhammad Abduh ditangkap dan dipenjarakan kemudian dibuang keluar negeri ke Beirut kemudian ke Paris.
1884 : Muhammad Abduh bersama al-afgani mengeluarkan majalah Al-Urwah al-Wusqo ( menjelaskan tentang penyelewengan terhadap Qodlo dan qodar ).
1885 : Kembali ke Beirut (lebanon), mengajar disana . Setelah itu ia kembali ke Mesir namun belum boleh mengajar sehingga dia diangkat sebagai hakim di mahkamah.
1899 : Menjadi anggota Majlis A'la al-Azhar. Ia membawa perubahan dan perbaikan ke dalam tubuh Al-Azhar sebagai universitas.
1899 : Menjadi Mufti Mesir sampai tahun 1905
1905 : Ia meninggal dunia.( Harun Nasution, 1975 : 50 )

PEMIKIRAN MUHAMMAD ABDUH

1.Faham jumud ( keadaan membeku, statis tak ada perubahan , contohnya : penyerahan total terhadap takdir dan taklid buta terhadap ulama' ) membawa kemunduran di kalangan ummat islam.
2.Faham jumud harus diperangi dengan kembali ke ajaran-ajaran Islam yang asli sesuai ajaran dari nabi Muhammad dan sahabat serta disesuaikan dengan keadaan modern sekarang.
penyesuaian dengan :
Ibadat : bersifat tegas, jelas terperinci
Muamalah : hidup kemasyarakatan manusia sesuai tuntutan zaman oleh karena itu perlu interpretasi baru dengan ijtihad bersumber dari al-Qur'an dan al-Hadist.
3.Ijtihad merupakan pengasahan terhadap akal dan mempunyai kedudukan tinggi. Dengan berfikir nantinya akan memperoleh jalan dan kemajuan serta ilmu pengetahuan. Sebagaimana perintah berfikir dalam al-Qur'an
4.Manusia mempunyai kemampuan dan perbuatan ( free will dan free act / Qodariyah ). Kemampuan berbuat inilah yang bisa mengganti faham jabariyah ( fatalisme ) ke faham dinamika.
5.Memikirkan akibat faham dualisme dalam pendidikan ( sehingga diajarkannya ilmu-ilmu modern dan agama di sekolah-sekolah )
6.Dalam bidang pemerintah ia berpendapat bahwa
kekuasaan negara harus dibatasi
perlu adanya kesadaran masyarakat terhadap konstitusi
pemerintahan harus adil.( Harun Nasution, 1975 : 53 )

KARYA-KARYA MUHAMMAD ABDUH

1. Risalah at-Tauhid (dalam bidang teologi);( menjelaskan bahwa manusia mewujudkan perbuatannya dengan kemauan dan usahanya sendiri, tanpa melupakan bahwa diatasnya masih ada kekuasaan yang lebih tinggi yakni Allah SWT ).diterbitkan pada tahun 1897. ( http://id.wikipedia.org )
2. Syarah Nahjul Balaghah (Komentar menyangkut kumpulan pidato dan ucapan Imam Ali bin Abi Thalib);
3. Menerjemahkan karangan Jamaluddin al-Afghani dari bahasa Persia, Ar-Raddu 'Ala ad-Dahriyyin (Bantahan terhadap orang yang tidak mempercayai wujud Tuhan);
4. Syarah Maqamat Badi' az-Zaman al-Hamazani (kitab yang menyangkut bahasa dan sastra Arab).
5. Tafsir al-Qur’an al-Hakim (belum sempurna, kemudian dirampungkan oleh Rasyid Ridha);
6. Khasyiah ‘Ala Syarh ad-Diwani li al-‘Aqaid adh-‘Adhudhiyat;
7. Al-Islam wa an-Nashraniyat ma’a al-‘Ilm wa al-Madaniyat.( menjelaskan keadaan statis umat islam yang dipengaruhi oleh faham jumud yang dibawa oleh orang-orang bukan arab, dimana orang-orang ini tidak mementingkan akal sebagaimana yang diajarkan dalam agama islam).
( http://www.psq.or.id )


PENGARUH PEMIKIRAN MUHAMMAD ABDUH DALAM DUNIA ISLAM

Mohammad Abduh adalah seorang pelopor reformasi dan pembaharuan dalam pemikiran islam.Ide-idenya yang cemerlang,meninggalkan dampak yang besar dalam tubuh pemikiran umat islam.beliaulah pendiri sekaligus peletak dasar-dasar sekolah pemikiran pada zaman modern juga menyebarkannya kepada manusia. Walau guru beliau Jamal Al-Afghani adalah sebagai orang pertama yang mengobarkan percikan pemikiran dalam jiwanya,akan tetapi Imam Muhammad Abduh sebagai mana diungkapkan Doktor.Mohammad Imarah,adalah seorang arsitektur terbesar dalam gerakan pembaharuan dan reformasi atau sekolah pemikiran modern. Melebihi guru beliu Jamaluddin Al-Afghani.
Muhammad Abduh memiliki andil besar dalam perbaikan dan pembaharuan pemikiran islam kontemporer. Telah banyak pembaharuan yang beliau lakukan diantaranya:
1.Reformasi pendidikan
Mohammad Abduh memulai perbaikannya melalui pendidikan. Menjadikan pendidikan sebagai sektor utama guna menyelamatkan masyarakat mesir. menjadikan perbaikan sistem pendidikan sebagai asas dalam mencetak muslim yang shaleh.
2.mendirikan lembaga dan yayasan sosial.
Sepak terjang dalam perbaikan yang dilakukan Muhammad Abduh tidak hanya terbatas pada aspek pemerintahan saja seperti halnya perbaikan pendidikan dan Al-Azhar. Akan tetapi lebih dari itu hingga mendirikan beberapa lembaga-lembaga sosial. Diantaranya: Jami’ah khairiyah islamiyah,jami’ah ihya al-ulum al-arabiyah,dan juga jami’ah at-taqorrub baina al-adyan.
3.mendirikan sekolah pemikiran.
Muhammad Abduh adalah orang pertama yang mendirikan sekolah pemikiran kontemporer. Yang memiliki dampak besar dalam pembaharuan pemikiran islam dan kebangkitan akal umat muslim dalam menghadapi musuh-musuh islam yang sedang dengan gencar menyerang umat muslim saat ini.(http://istiqomahkapu.multiply.com)

Selain itu banyak sudah murid-murid dari Muhammad Abduh yang terinspirasi untuk menuliskan sebuah karya seperti :
Muhammad Rasyid Rida dengan majalah al-Manar dan Tafsir al-Manar
Qosim Amin dengan buku Tahrir al-Mar'ah
farid Wajdi dengan Dairah al-Ma'arif
syaih Yantawi Jauhari dengan al-Taj al-Murassa' bi jawahir al-qur'an wa al-ulum dll.
Karangan - karangan Muhammad Abduh sendiri banyak diterjemhkan kedalam bahasa Turki, Urdu dan Indonesia. ( Harun Nasution, 1975 : 59 )

PENUTUP
KESIMPULAN

1.Muhammad Abduh seorang pemikir muslim dari Mesir, dan salah satu penggagas gerakan modernisme Islam
2.Pemikiran Muhammad Abduh meliputi nasalah agama, pendidikan dan pemerintahan. Pemikirannya banyak tertuang dalam karya-karyanya seperti dalam Al-Islam wa an-Nashraniyat ma’a al-‘Ilm wa al-Madaniyat.
3.Pemikiran Muhammad Abduh menyulut semangat murid-muridnya dan umat islam untuk melakukan reformasi dan pembaharuan dalam pemikiran islam


DAFTAR PUSTAKA

Nasution Harun, Prof. Dr. Pembaharuan Dalam Islam Sejarah pemikiran dan gerakan. PT Bulan Bintang, Jakarta, 1975

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar